TUKANG JAM INI LUPA SUDAH LEWAT DEPAN RUMAHKU SELAMA 20 TAHUN!! APA YANG BISA KITA PELAJARI?

Disaat saya masih berumur  6 tahunan, seorang bapak – bapak bersepeda sering saya perhatikan setiap malam lewat di depan rumah. Sepeda hitam dengan koper berwarna kuning dengan pas berada pada gandengan belakang. Rumah kami yang bertingkat dan memiliki balcon lebar, memang memudahkan saya melihat setiap kendaran yang lewat termasuk Bapak itu sendiri.  Dan pada masa itu,  tidak begitu banyak mobil lewat malam hari. Sehingga jika seseorang lewat bersepeda dengan koper unik apalagi berwarna kuning, pada jam yang sama setiap malam, tentunya membuat saya, kakak saya dan sekeluarga hafal dengan jadwal beliau  …Hei bukan maksud saya mengurusi apa yang beliau lakukan setiap hari, tapi lewat selama mungkin lebih dari 20 tahun di depan rumah kami, menyebabkan saya ingin paling tidak menyapa dan sekedar bertanya. Pada suatu hari beliau jatuh tepat di depan rumah kami..

Dengan segera, kami sekeluarga menghampirinya. Beberapa pengendara sepeda motor juga berhenti dan membantu bapak itu. Masih beruntung bapak itu hanya mengalami lecet – lecet dan masih tetap bisa melanjutkan perjalanan. Singkat cerita, kami juga akhirnya bisa mengetahui ternyata bapak itu seorang tukang jam. Jarak dari rumahnya ke lokasi dia berdagang juga lumayan jauh. Mungkin bisa memakan waktu sejam untuk satu kali perjalanan wow… Bapak itu berangkat kerja pagi – pagi buta sampai malam hari dan sudah lama sekali dia menekuni pekerjaanya. Terdengar dari cerita – cerita kecil lainnya dan raut wajahnya bahwa dia ingin melakukan sesuatu yang baru, tapi keadaan keluarga menyebabkan dia stuck saat itu..

Seiring waktu, sayapun mengikuti pendidikan yang lebih tinggi begitu juga Kakak saya. Pada suatu ketika saya pulang kuliah di luar daerah, seperti biasa saya sekeluarga berkumpul, bersenda gurau melepas rasa kangen. Kami mengobrol banyak, topik ini itu  dan tidak tahu kenapa sampailah ke topik Bapak tukang jam. Terus terang saya kaget, Ayah memberitahu bahwa beberapa hari sebelumnya dia masih terlihat mengayuh sepeda dengan koper kuningnya itu. Saat ini bisa saya hitung dia sudah bekerja dan lewat jalan depan rumah selama 20 tahun berjalan… ☹ Saya terdiam dan bertanya “Mengapa dia masih bekerja seperti itu?”. Ini adalah pertanyaaan murni yang terlontar dari mulut saya begitu saja. Tidak ada sedikit maksudpun menyatakan dia melakukan pekerjaan yang salah atau dia tidak sepantasnya menjadi tukang jam selama ini.

Sah – sah saja seseorang melakukan apa yang dia lakukan, berapa lama dia lakukan asal tidak merugikan orang lain. Di saat  membicarakan bapak itu, saya juga berdoa semoga saja dia bisa berbuat lebih untuk keluarganya. Supaya dia juga bisa mengembangkan usaha dagangnya sehingga dia tidak harus bersepeda lagi sampai malam, dimana sudah sangat jarang orang yang melintas di jalan menggunakan sepeda. Juga bisa saya membaca expresi Kakak, Ibu dan Ayah saya juga ikut mendoakan semoga bapak itu bisa mencapai hidup yang lebih baik,  walaupun tidak ada kata – kata yang mereka dikeluarkan.

Mungkin saya ada salah, tapi coba kita bicara jujur dalam hal ini. Seperti yang sebelumnya saya katakan, sah – sah saja seseorang ingin menggunakan waktu seumur hidupnya menjadi tukang jam. Mungkin bapak itu masih tetap happy mengayuh sepedanya setiap hari, walaupun dijaman sekarang hanya terlihat sepeda motor dan mobil saja yang melintas lewat depan rumah. Tapi saya yakin sebenarnya Bapak itu pasti ingin melakukan perubahan dalam hidupnya. Setiap manusia yang terlahir di dunia ini perlu selalu mendapatkan perubahaan. Mulai dari bayi, secara natural bayi ingin terus melakukan perubahaan mulai dari belajar melihat, mendengar, merangkak, berjalan dan berbicara. Serta cara bermain pun terus mengalami peningkatan. Seorang anak yang sudah masuk sekolah menengah ke atas, tentunya tidak akan bermain – main seperti anak yang duduk di bangku sekolah dasar.  Setiap diri manusia walaupun sudah menjadi dewasa, pikiran harus tetap tumbuh, rutinitas sehari – hari pun harus berkembang. Ini semua semestinya terjadi secara alamiah bagaikan baknya seorang bayi yang terus tumbuh menjadi dewasa. Seorang kakek dan nenekpun yang selalu juga terus mengembangkan pikiran dan aktivitasnya seiring waktu mereka mengasuh cucu – cucunya 😊

“Tapi bagaimana saya harus berubah? Keadan eknomi menyebabkan saya tidak bisa mencoba hal yang baru.”

Benar! Keadaan setiap pasti berbeda – beda. Ada seseorang yang sering kita lihat banyak memiliki banyak kesempatan mencoba di bidang ekonomi. Ada juga yang mungkin tidak. TAPI ini bukan berarti orang memiliki background yang lebih terbatas, tidak mungkin bisa merubah hidup financialnya. Dan juga sering kita lihat, orang yang memiliki lebih banyak kesempatan, tetapi tidak bisa merubah hidupnya. APAPUN keadan setiap orang, kesempatan itu pasti ada dan pasti ada yang lewat. Yang lebih penting adalah niat dari seseorang bila ingin merubah hidupnya dan selalu mencoba setiap kesempatan yang ada… Walaupun orang sekitar sudah mendoakan dan memberikan semangat supaya hidup kita menjadi lebih baik, tetapi KALAU TIDAK KITA YANG MEMULAI, perubahan tidak adan terjadi. Mulai dari diri sendirilah seseorang harus mulai berubah, seperti seorang bayi, mulai dari merekalah yang harus menghentakkan kakinya belajar merangkak dan orang lain di sekitarnya bisa tetap memberi dorongan lebih..

Tidak jarang kita melihat keadaan ini, atau kita juga yang mengalaminya sendiri. Ada masanya di saat seorang stuck dengan keadaan masing – masing. Di saat ini harus harus diingat – ingat,  pasti selalu ada jalan untuk berubah. Kesempatan selalu ada. Di saat kita SERING TIDAK MERESPON sebuah kesempatan, disanalah kita “BERLATIH TIDAK MENGHIRAUKAN” kesempatan. Di saat kesempatan datang dengan jelas, kita akan tetap tidak menghiraukan, merasa takut, merasa tidak perlu mencoba karena sudah terlalu sering berlatih untuk tidak menghiraukan. Tidak perlu kita menunggu selama 20 tahun lebih untuk ingin merubah sesuatu. Karena nanti semuanya akan menjadi “TERLAMBAT” dan akan susah memperbaikinya. Jikalau ini sudah terjadi ingatkanlah generasi penerus kalian supaya tidak lagi terjadi di generasi yang baru..

😊

Semangat!!!

Comments

comments

Comments

wonderful comments!